Sabtu, 08 Desember 2012

KEJAHATAN DUNIA MAYA




Masih banyak yang tidak mengenal atau menganggap remeh kejahatan Internet atau dikenal dengan istilah cybercrime. Padahal bukan tidak mungkin seseorang menjadi korban kejahatan, katakanlah pencurian uang, tanpa sang pelaku menyentuh atau bertemu korban secara fisik, melainkan hanya melalui media internet. Ini merupakan salah satu contoh cybercrime yang membayangi pengguna internet. Tidak jarang korban tidak mengetahui atau enggan melaporka kejahatan yang menimpanya.
Oleh karenanya, artikel ini akan mengajak para sobat memasuki dan menyibak dunia cybercrime, mengetahui cara kerjanya dan memiliki pertahanan untuk menghadapinya.


Serbuan Penjahat Kerah Putih di Internet
Karena kejahatan dilakukan dengan teknologi komputer dan internet, pelaku cybercrime umumnya dianggap sebagai orang yang berpendidikan dan mempunyai skill, serta status sosial yang baik. Oleh sebab itu, cybercrime sering digolongkan ke dalam kategori white-collar crime (kejahatan kerah putih). Walaupun demikian, kejahatan tetaplah kejahatan, yang berbeda hanyalah media atau ‘kendaraan’ yang digunakan. Cybercrime mungkin tidak mengakibatkan sakit fisik, tapi efek kerugian yang ditimbulkan tetap besar.
Dari beberapa contoh, terlihat bentuk tindak kriminal antara kejahatan tradisional dan cybercrime bisa jadi sama, tetapi cybercrime tidak melakukan kontak fisik secara langsung. Ini bukanlah keuntungan bagi korban, tetapi keuntungan bagi pelaku, karena pelaku lebih sulit dikenali ataupun terlacak (dan setidaknya aman dari amukan massa)
Itu belum seberapa sobat,masih bnyak lagi kejahatan saat sekarang ini yang kita anggap sepele,tapi dampaknya luar biasa.
HACKER
Hacker adalah sekelompok orang yang menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Ada juga yang bilang hacker adalah orang yang secara diam-diam mempelajari sistem yang biasanya sukar dimengerti untuk kemudian mengelolanya dan men-share hasil ujicoba yang dilakukannya. Hacker tidak merusak sistem.
Beberapa tingkatan hacker antara lain :
• Elite
Mengerti sistem luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
• Semi Elite
Mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
• Developed Kiddie
Kebanyakkan masih muda & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
• Script Kiddie
Kelompok ini hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
• Lamer
Kelompok ini hanya mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya.
CRACKER
Cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.
Ciri-ciri seorang cracker adalah :
·         Bisa membuat program C, C++ atau pearl
  • Mengetahui tentang TCP/IP
  • Menggunakan internet lebih dari 50 jam perbulan
  • Mengetahaui sitem operasi UNIX atau VMS
  • Mengoleksi sofware atau hardware lama
  • Lebih sering menjalankan aksinya pada malam hari kare tidak mudah diketahui orang lain
  • dll
Penyebab cracker melakukan penyerangan antara lain :
  • Kecewa atau balas dendam
  • Petualangan
  • Mencari keuntungan
Kejahatan ini tidak berhenti disitu,tetapi masih bnyak perjalananya,contohnya saja :
IN FACEBOOK AND TWITTER
Bayangkan kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan internet, apa saja yang kamu akses dan lakukan? Mungkin memeriksa email, membuka Facebook, meng-update Twitter, membaca website berita, dan chatting tanpa batas waktu yang ditentukan. Seperti kata Bang Napi, “kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena niat pelakunya, tetapi karena ada kesempatan”. Seringkali kesempatan tersebut tercipta karena pelaku mempelajari pola kebiasaan calon korban, bahkan bisa jadi ia juga mempelajari psikolog orang, dan hal-hal yang sedang trendy di masyarakat untuk menyamarkan kejahatan.


Berikut salah satu skenarionya. Opin (bukan nama sebenarnya) sangat gemar berbelanja secara online produk yang ditawarkan oleh kawan-kawannya di Facebook, yang memang sedang tren di Indonesia. Hal ini jelas terlihat dari aktivitas Opin serta komentar dan tag foto produk yang menyertakan dirinya. Opin dengan senang hati menerima permintaan ‘Friend Request’ dari berbagai toko online di Facebook. Hobi dan kesukaan Opin juga tercemin dari profil dan komentar-komentarnya.
Dari sudut pandang pelaku cybercrime, Opin tidak ubahnya sedang membuat wish list pada tembok yang dapat dipelajari pelaku kriminal, bukan untuk dipenuhi permintaannya, tetapi untuk dijaring sebagai korban dengan hal-hal menarik yang menjadi keinginan Opin.
Sang pelaku dapat membuka toko online palsu di Facebook, lalu dengan mudah ia dapat berteman dengan Opin dan orang lain yang juga gemar berbelanja online. Pelaku mempelajari bahwa rata-rata targetnya mudah percaya dan tertarik dengan foto produk yang menarik. Tetapi, siapa yang benar-benar memastikan bahwa produk tersebut sama seperti yang dibayangkan sebelum melihatnya sendiri?
Pelaku lalu meraup keuntungan dengan uang yang ditransfer pembeli. Sedangkan produk yang dikirimkan kepada pembeli adalah produk palsu atau mungkin tidak dikirimkan sama sekali. Repotnya lagi, tidak semua pembeli yang telah tertipu berusaha mencari solusinya, mungkin dengan alasan malu dan takut terlihat bodoh, atau tidak tahu harus mengadu kemana.
Mungkin hnya itu yang dapat saya bahas,terlebih dan terkurang saya minta maaf.And thank’s udah baca J

KOMENTAR :
“Artikelnya sungguh menarik untuk disimak,karena dengan adanya sedikit informasi tentang kejahatan didunia maya ini,Insyaallah kita dapat berhati-hati dari segala kejahatan yang tidak pernah untuk kita ingini J
PESAN DAN KESAN
  • PESAN SAYA : KEEP WRITE BRO AND SPIRIT TO GIVE ALL PEOPLE GOOD INFORMATION.
  • KESAN SAYA : HIS WRITING COOL, AND AS A YOUNG CHILD I CAN EASILY UNDERSTAND WHAT IS PRESENTED BY AUTHOR KEY ITSELF, AND NOT COMPLICATED. SHORT, SOLID, ANYWAY PAS. !!!
SUMBER :
·        Inspirasi sendiri
·        http://sevli074.wordpress.com/2009/05/30/makalah-kejahatan-komputer/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar